Beranda > Asal Ngoceh > Dipalakin Petugas LLAJR

Dipalakin Petugas LLAJR

Masih ingat tidak cerita saya tentang Dihadang Polisi Pamong Praja? Nah, kali ini lebih apes lagi karena bukan cuma dihadang tapi juga sampai dipalakin. Bermula dari kecerobohan saya yang tidak melihat kalau di jalur yang saya lewati itu ada tanda larangan alias salah jalur, saat itu saya boncengan dengan istri saya. Tiba-tiba dari arah depan muncullah pria besar hitam legam berseragam biru muda Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya (DLLAJR) Kabupaten Sidrap, di dadanya tertulis namanya “MARWAN S.” memberi tanda agar saya menghentikan kendaraan. Dengan pura-pura santai karena merasa tidak bersalah saya menghentikan si hitam (ini nama motor saya) tapi deg-degan juga karena pajak si hitam sudah koit 4 tahun lalu. “Mau kemana bos?” tanyanya. Saya jawab aja “Ke pasar pak” karena memang mau ke pasar. “Kamu tidak lihat ya tanda-tanda itu, anda dilarang melintas dari arah timur!” tanyanya lagi. “Wah, maaf pak, aturan baru ya?” aku balik bertanya, “Perasaan kemarin-kemarin tanda lalu lintas itu belum ada” sambungku lagi. “Itu sudah satu tahun bos, masa nggak pernah lihat sih” tegasnya. “Tapi kok catnya masih baru ya” gumamku dalam hati. “Begini saja, silahkan pilih : anda saya arahkan ke pos polisi terdekat, kalau di sana bayar lima ratus ribu, atau selesaikan disini!” mintanya tanpa malu-malu. “Disini aja pak biar nggak ribet” kataku sambil menyodorkan lembaran dua puluh ribuan. “Wah, kalau disini nggak pernah terima dua puluh ribu bos!” katanya tanpa rasa bersalah sedikitpun (dari kata-katanya kayaknya memang sudah sering palakin pengendara). Sayapun memberikan penawaran terakhir sambil mengambil sepuluh ribuan lagi dari dompet “Ya sudah pak, tiga puluh ribu deh, saya nggak pernah ngasih polisi lebih dari itu!” (aku juga jujur kalo hal ini sudah biasa saya alami tapi biasanya polisi, tapi LLAJR ini pengalaman pertamaku). Tanpa kata-kata lagi dia menerima tiga puluh ribu cash! dan berlalu mencari mangsa baru di pinggir jalan. Cerita ini bukan fiktif dan saya sajikan seasli-aslinya, dan nama MARWAN S. itupun bukan nama samaran tapi nama asli juga karena saya ingin suatu saat dia buka internet lalu mengetik namanya langsung terpampang di depan muka itemnya itu biar dia tahu kalau malakin orang dengan memakai seragam itu nggak baik. Rasain lu MARWAN!! Nggak tau apa kalo yang kamu palak itu si banyak ngoceh yang kayak ember bocor dan jangan harap ada rahasia…

  1. Belum ada komentar.
  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.